Loading...

Prodi Pemikiran Politik Islam UIN Raden Mas Said Audiensi dengan Anggota DPR RI Komisi XI, Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi dan Kemandirian

Diterbitkan pada
23 Juni 2026 00:51 WIB

Baca

RILIS – Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, melaksanakan kunjungan sekaligus audiensi dengan Didik Haryadi, S.T., S.H., M.H., Anggota DPR RI Komisi XI, dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa terkait dunia politik, kebijakan publik, dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh inspirasi tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Prodi PPI untuk memperoleh arahan langsung dari praktisi politik nasional. Dalam kesempatan tersebut, Didik Haryadi memberikan berbagai masukan strategis kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan masa kuliah secara optimal sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dalam arahannya, Didik Haryadi menekankan pentingnya mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan waktu selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus membangun budaya belajar yang kuat dengan memperkaya wawasan melalui berbagai sumber pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan politik Indonesia.

“Jangan membuang waktu. Gunakan masa muda dan masa kuliah untuk memperbanyak membaca, memperluas wawasan, dan membangun pengalaman yang bermanfaat. Mahasiswa harus memahami sejarah Indonesia karena dari sejarah kita dapat belajar banyak hal untuk menghadapi masa depan,” ujar Didik Haryadi.

Selain memperdalam literasi sejarah, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti perkembangan isu-isu politik nasional melalui berbagai media informasi yang kredibel. Pemahaman terhadap dinamika politik kontemporer dinilai penting bagi mahasiswa Pemikiran Politik Islam agar mampu mengkaji fenomena politik secara kritis dan akademis.

Tidak hanya menyoroti aspek akademik, Didik Haryadi juga mengajak mahasiswa untuk mulai mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Menurutnya, berbagai platform digital dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun usaha kecil-kecilan yang produktif. Langkah tersebut akan memberikan pengalaman berharga dalam membangun kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, serta tanggung jawab pribadi.

“Mahasiswa jangan hanya fokus pada teori. Mulailah belajar berwirausaha, sekecil apa pun usahanya. Dengan begitu akan tumbuh mental mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan profesional maupun sosial,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Didik Haryadi juga menyampaikan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan Prodi Pemikiran Politik Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah membuka peluang bagi mahasiswa PPI untuk melaksanakan magang maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di lingkungan Kantor DPR RI di Jakarta.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang menjadi fungsi utama lembaga legislatif. Dengan pengalaman lapangan tersebut, mahasiswa dapat mengintegrasikan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik politik dan pemerintahan yang nyata.

Syafawi Ahmad Qadzafi, S.S., M.A. (Ketua Program Studi Pemikiran Politik Islam) menyampaikan apresiasi atas sambutan dan arahan yang diberikan oleh Didik Haryadi. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring kelembagaan serta meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman akademik dan profesional yang lebih luas.

Melalui kegiatan audiensi ini, Prodi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan intelektual, kepemimpinan, dan kemandirian yang diperlukan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.***