RILIS - SUKOHARJO, 29 April 2026 - Program Studi Pemikiran Politik Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang menghadirkan narasumber Muhammad Milkhan, S.H.I dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kab. Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik dalam mengintegrasikan teori politik Islam dengan praktik kelembagaan demokrasi di Indonesia. Koordinator Prodi PPI Syafawi Ahmad Qadzafi, M.A membuka acara ini di Aula lantai 2 FUD yang dihadiri Alvin Noor Sahab Rizal, M.A. (Plt Sekprodi PPI) beserta mahasiswa PPI Angkatan 2023
Dalam kegiatan tersebut, Milkhan menyampaikan sejumlah materi strategis yang relevan dengan penguatan literasi politik mahasiswa. Materi diawali dengan pemaparan sejarah berdirinya Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang memiliki peran penting dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Dijelaskan bahwa Bawaslu lahir sebagai respons atas kebutuhan akan sistem pengawasan pemilu yang independen, profesional, dan berkeadilan.
Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar pemilu sebagai instrumen utama dalam sistem demokrasi. Milkhan menekankan bahwa pemilu bukan hanya proses prosedural memilih pemimpin, tetapi juga merupakan mekanisme legitimasi kekuasaan yang harus dijalankan secara jujur dan adil.
Dalam sesi berikutnya, dijelaskan urgensi keberadaan Bawaslu dalam sistem politik Indonesia. Bawaslu memiliki peran krusial dalam mencegah dan menindak pelanggaran pemilu, sehingga dapat meminimalisir praktik kecurangan serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Tanpa pengawasan yang kuat, potensi pelanggaran seperti politik uang, manipulasi suara, dan penyalahgunaan kekuasaan akan semakin besar.

Selain itu, Milkhan juga menguraikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bawaslu, yang meliputi pengawasan seluruh tahapan pemilu, pencegahan pelanggaran, penindakan terhadap pelanggaran administratif maupun pidana pemilu, serta penyelesaian sengketa proses pemilu. Bawaslu juga berperan dalam melakukan edukasi politik kepada masyarakat agar tercipta pemilu yang partisipatif dan berintegritas.
Kegiatan PPL ini disambut antusias oleh mahasiswa, yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kritis terkait dinamika pengawasan pemilu di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Pemikiran Politik Islam mampu memahami secara mendalam praktik kelembagaan politik modern, sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai politik Islam yang menjunjung tinggi keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Pemikiran Politik Islam menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam memahami dan mengawal proses demokrasi di Indonesia.***
Rapat Persiapan Akreditasi Lapangan (AL) Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI)
3 pekan yang lalu - Umum
HMPS PPI Menggelar Workshop HMPS PPI dengan Mengusung Tema Ekonomi Politik dan Gerakan Bisnis
4 pekan yang lalu - Umum