
RILIS - Sukoharjo - Program Studi Pemikiran Politik Islam menyelenggarakan kegiatan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang menghadirkan narasumber M. Zaenul Arif, S.H., M.H. bertajuk “Transformasi Pemikiran Politik Islam: Dari Wacana Akademik ke Realitas Lapangan” di Aula Lt 2 FUD, pada 30 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami politik Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam konteks kehidupan masyarakat yang dinamis dan kompleks. Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa selama ini kajian politik Islam di lingkungan akademik kerap berhenti pada tataran wacana, sementara realitas di lapangan menunjukkan praktik yang beragam mulai dari pendekatan simbolik hingga pragmatis.
Pemateri menegaskan bahwa politik Islam tidak semata-mata berkaitan dengan formalisasi negara Islam, melainkan lebih pada upaya mengelola kehidupan publik berdasarkan nilai-nilai Islam, seperti keadilan, etika kepemimpinan, dan kesejahteraan umat. Dengan demikian, politik Islam dipahami sebagai sistem nilai yang dapat diintegrasikan dalam kebijakan publik tanpa harus berbenturan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan pluralisme.
Selain itu, dijelaskan pula perkembangan pemikiran politik Islam dari masa klasik hingga era modern. Pada masa klasik, konsep kepemimpinan berfokus pada khilafah dan syura, sementara pada era modern terjadi transformasi menuju pendekatan yang lebih inklusif dan substantif. Pergeseran ini menandai perubahan paradigma dari simbol formal menuju penekanan pada nilai dan etika dalam praktik bernegara.
Konteks Indonesia turut menjadi sorotan penting dalam kegiatan ini. Politik Islam di Indonesia dinilai memiliki karakter moderat dan inklusif, yang tercermin dalam peran organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kedua organisasi tersebut berkontribusi dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan keagamaan tanpa harus terjebak dalam politik praktis secara langsung.

Dalam implementasinya, politik Islam di Indonesia hadir melalui berbagai sektor, seperti partai politik berbasis nilai Islam, kebijakan publik yang mengakomodasi prinsip syariah, serta program pemberdayaan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Transformasi ini juga diperkuat oleh perkembangan era digital, di mana penyebaran pemikiran Islam semakin luas melalui media sosial dan dakwah digital, meskipun tetap dihadapkan pada tantangan polarisasi dan konflik narasi.
Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya mengamati realitas sosial, tetapi juga menganalisis dan memberikan solusi konstruktif. Mahasiswa dituntut untuk mengedepankan pendekatan kritis, reflektif, dan solutif dalam memahami dinamika politik Islam di masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Prodi Pemikiran Politik Islam dalam mencetak generasi intelektual yang moderat, objektif, serta mampu mengintegrasikan antara keilmuan akademik dan praktik sosial. Dengan demikian, pemikiran politik Islam tidak berhenti sebagai diskursus teoritis, tetapi benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Pemikiran besar bukan hanya untuk dibahas, tetapi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” menjadi pesan kunci dalam kegiatan ini.***
Rapat Persiapan Akreditasi Lapangan (AL) Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI)
3 pekan yang lalu - Umum
HMPS PPI Menggelar Workshop HMPS PPI dengan Mengusung Tema Ekonomi Politik dan Gerakan Bisnis
4 pekan yang lalu - Umum