Dalam upaya memperkuat pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman lapangan, mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam angkatan 2025 melaksanakan kegiatan outing class di Kota Surakarta pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi akademik program studi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga pada pemahaman langsung terhadap sejarah, budaya, dan dinamika peradaban Nusantara melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah.
Dua destinasi utama yang menjadi fokus pembelajaran dalam kegiatan ini adalah Museum Keris Nusantara di Kota Surakarta dan Keraton Surakarta, dua ruang historis yang menyimpan jejak penting perkembangan budaya dan politik di tanah Jawa. Kunjungan ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis terhadap hubungan erat antara warisan budaya, identitas bangsa, dan kajian _Islamic Political Thought_.
Kegiatan diawali dengan kunjungan edukatif ke Museum Keris Nusantara. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan komprehensif mengenai sejarah keris sebagai salah satu mahakarya budaya Indonesia yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda. Lebih dari sekadar senjata tradisional, keris dipahami sebagai simbol kebudayaan yang sarat makna filosofis, spiritual, dan historis, yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Nusantara sejak masa lampau.
Selama sesi pembelajaran di museum, mahasiswa diajak mengenali beragam jenis keris dari berbagai daerah di Indonesia, masing-masing dengan bentuk, motif, dan karakteristik unik yang mencerminkan identitas budaya lokal. Pemahaman terhadap lekukan bilah, ragam ukiran, hingga pola pamor membuka wawasan mahasiswa tentang nilai-nilai simbolik yang terkandung di dalamnya, mulai dari filosofi kepemimpinan, keberanian, keseimbangan hidup, hingga dimensi spiritualitas yang melekat dalam tradisi masyarakat Jawa dan Nusantara secara luas.
Tidak hanya mempelajari aspek historis dan filosofis, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai proses tradisional pembuatan keris oleh para empu. Tahapan mulai dari pemilihan material logam, proses penempaan, pembentukan bilah, hingga penyepuhan dan penciptaan motif pamor dijelaskan secara detail. Proses ini menunjukkan bahwa pembuatan keris bukan semata praktik kerajinan, melainkan tradisi intelektual dan spiritual yang diwariskan lintas generasi dengan ketelitian, kesabaran, serta nilai-nilai luhur budaya.
Setelah menyelesaikan kunjungan di museum, rangkaian _outing class_ dilanjutkan menuju Keraton Kartasura. Di situs bersejarah ini, mahasiswa menelusuri jejak berdirinya Keraton Surakarta beserta peran strategisnya dalam perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa. Penjelasan mengenai dinamika politik, kondisi sosial, dan perkembangan budaya pada masa kerajaan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana kekuasaan, tradisi, dan masyarakat saling berinteraksi dalam membentuk peradaban.
Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi museum yang berada di kawasan Keraton Surakarta, yang menyimpan berbagai peninggalan penting dari masa lampau. Koleksi berupa artefak kerajaan, peralatan tradisional, dokumentasi sejarah, serta representasi kehidupan masyarakat keraton menjadi sumber pembelajaran yang memperkaya pengalaman intelektual mahasiswa secara langsung.
Secara akademik, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (_experiential learning_) yang memungkinkan mahasiswa menghubungkan teori-teori sejarah, budaya, dan politik dengan realitas konkret di lapangan. Lebih dari itu, _outing class_ ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber nilai yang relevan dalam pembentukan identitas, karakter, serta kesadaran kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam diharapkan semakin memiliki kepedulian terhadap pentingnya menjaga, melestarikan, dan menghargai warisan sejarah serta budaya Nusantara. Semangat pembelajaran yang aktif, interaktif, dan kontekstual yang dibangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan pemahaman akademik dengan realitas sosial, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap identitas budaya Indonesia (Gfln).***
Rapat Persiapan Akreditasi Lapangan (AL) Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI)
3 pekan yang lalu - Umum
HMPS PPI Menggelar Workshop HMPS PPI dengan Mengusung Tema Ekonomi Politik dan Gerakan Bisnis
4 pekan yang lalu - Umum