
RILIS — Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan benchmarking ke Program Studi Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa, 4 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UIN Raden Fatah Palembang ini membahas sejumlah aspek substantif terkait keilmuan, akreditasi, dan struktur kelembagaan masing-masing program studi.
Kunjungan ini dihadiri Koordinator Prodi PPI UIN Surakarta dan diterima oleh Ketua Prodi Politik Islam UIN Palembang, Afif Musthofa Kawwami, S.S., M.Sos. Dalam diskusi, kedua belah pihak menyampaikan posisi keilmuan masing-masing program studi. Prodi PPI UIN Surakarta berakar pada tradisi ilmu pemikiran dan filsafat Islam, sehingga secara kelembagaan masuk ke rumpun keilmuan Ushuluddin. Sementara itu, Prodi Politik Islam UIN Palembang dilandaskan pada cabang keilmuan Sejarah Peradaban Islam dan berada di bawah Fakultas Adab dan Humaniora.
Perbedaan jalur keilmuan ini juga berdampak pada skema akreditasi. PPI UIN Surakarta saat ini berada di bawah lembaga akreditasi LAMSPAK, sedangkan Prodi Politik Islam UIN Palembang akan berada di bawah LAMGAMA, lembaga akreditasi mandiri keagamaan yang baru akan mulai aktif pada 2026.
Di bidang manajerial, kedua fakultas juga memiliki struktur yang berbeda. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Palembang menggunakan struktur langsung dari Dekan, Wakil Dekan, lalu Ketua dan Sekretaris Prodi. Adapun Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Surakarta memiliki satu tingkat tambahan: Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan sebelum Koordinator Prodi.
“Kami mengapresiasi keterbukaan Prodi Politik Islam UIN Palembang dalam berbagi pengalaman kelembagaan. Benchmarking ini membantu kami memperluas perspektif dalam pengelolaan akademik,” ujar Koordinator Prodi PPI UIN Surakarta.

Sementara itu, Kaprodi Politik Islam UIN Palembang menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, diskusi ini penting untuk saling memahami arah keilmuan dan dinamika struktural masing-masing. Harapannya, pertemuan ini bisa membuka peluang kerja sama ke depan, baik di bidang akademik maupun kelembagaan.
Benchmarking ini ditutup dengan kesepahaman untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut di bidang riset dan pengembangan kurikulum.***
Dosen PPI, Alvin Noor, Diangkat Jadi Staf Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat
2 pekan yang lalu - Umum