Loading...

PPI Adakan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Semester Ganjil 2025/2026 sekaligus Persiapan Semester Genap 2025/2026

Diterbitkan pada
19 Desember 2025 14:01 WIB

Baca


RILIS -
Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Semester Ganjil 2025/2026 sekaligus Persiapan Semester Genap 2025/2026 pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung santai di Warung Gandok Simbok, namun tetap fokus membahas arah pembelajaran dan pengembangan Prodi PPI.

Rapat dihadiri oleh M. Endy Saputro, M.A., Ph.D., M. Zainal Anwar, M.S.I., Azzah Nilawaty, M.A., Koordinator Prodi PPI Syafawi Ahmad Qadzafi, M.A., serta Alvin Noor Sahab Rizal, M.A. Diskusi berlangsung terbuka dan komunikatif, dengan tujuan utama memastikan pengalaman belajar mahasiswa PPI semakin relevan dan terarah.

Beberapa poin penting yang dibahas antara lain sebagai berikut.

Persiapan Akreditasi Lapangan (AL) Prodi PPI

  • Prodi PPI menyiapkan Akreditasi Lapangan oleh LAMSPAK

  • Akan dilakukan simulasi Akreditasi Lapangan secara internal

  • Simulasi difokuskan pada kesiapan dokumen, alur presentasi, dan teknis pelaksanaan

  • Target persiapan mencakup penyusunan artikel jurnal dan kelengkapan bukti dukung akreditasi

Kurikulum dan pembelajaran

  • Kurikulum dibahas sebagai bagian penting dari persiapan Akreditasi Lapangan

  • Penguatan narasi keilmuan, khususnya Politik Islam di Indonesia

  • Penjabaran kurikulum disiapkan agar mudah dipahami dan dijelaskan

  • Revisi kurikulum belum dilakukan dan masih fokus pada pemantapan

Evaluasi pembelajaran Semester Ganjil

  • Tinjauan dinamika perkuliahan yang telah berjalan

  • Masukan untuk metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas mahasiswa

  • Penyiapan pembelajaran Semester Genap 2025/2026 agar lebih rapi dan terarah

Desain skripsi mahasiswa semester enam

  • Topik skripsi diarahkan sesuai minat dan isu yang dekat dengan mahasiswa

  • Pendampingan dosen sejak tahap perumusan pertanyaan penelitian

  • Penyesuaian tema dengan kepakaran dosen Prodi PPI

  • Penyusunan roadmap skripsi dan draft proposal sejak awal

  • PPL dan KKL dapat dimanfaatkan sebagai sumber data atau tema skripsi

  • Penjaringan ide melalui forum diskusi santai bersama mahasiswa

Pengelolaan Prodi dan media

  • Website Prodi diperkuat sebagai pusat informasi dan dokumentasi

  • Integrasi media sosial Prodi dengan HMPS

  • Media menjadi ruang berbagi kegiatan dan pembelajaran

Peran HMPS

  • Penguatan sinergi HMPS dan Prodi

  • Keterlibatan HMPS dalam kegiatan akademik, media, dan dokumentasi

  • Memberi ruang belajar organisasi yang nyata bagi mahasiswa

Pengembangan Laboratorium Politik

  • Percepatan pengajuan Laboratorium Politik

  • Lab Politik dirancang sebagai ruang belajar, riset, dan diskusi mahasiswa

Rencana KKL dan PPL

  • KKL direncanakan ke Jakarta dengan tujuan DPR RI, Kementerian Agama, Bawaslu Pusat, serta KSP atau Istana Negara

  • Skema pelaksanaan disesuaikan, baik backpacker maupun vendor

  • PPL direncanakan di Bawaslu Solo, Klaten, Sragen, Sukoharjo, dan Kesbangpol Solo

  • Penekanan pada kepastian lokasi dan kesiapan teknis

Strategi promosi Prodi

  • Promosi diarahkan pada kegiatan yang dekat dengan dunia pelajar

  • Rencana lomba tingkat SMA/sederajat, seperti lomba foto bertema isu politik

  • Pengembangan konten politik sehari-hari agar terasa dekat dan relevan

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Prodi PPI Syafawi Ahmad Qadzafi, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membahas evaluasi teknis, tetapi juga memastikan arah pembelajaran Prodi tetap berpihak pada mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Prodi PPI ingin menghadirkan proses belajar yang tertata, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, sekaligus siap menghadapi agenda strategis ke depan.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, Prodi PPI berharap pembelajaran pada Semester Genap 2025/2026 dapat berjalan lebih matang, menyenangkan, dan berdampak, serta memberi ruang tumbuh yang lebih luas bagi mahasiswa.***