
RILIS — Dalerbek Pirmatov, mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) UIN Raden Mas Said Surakarta, turut berpartisipasi dalam International Conference on Islamic Education and Decolonisation (ICISER 2025) yang diselenggarakan pada 4 November 2025.
Konferensi ini mempertemukan para akademisi dan pemakalah dari berbagai negara dan institusi pendidikan tinggi, termasuk universitas dari Pakistan, Brunei, Qatar (Hamad Bin Khalifa University), dan Afghanistan (Khurasan University).
Dalam forum ilmiah tersebut, Dalerbek menyampaikan presentasi berjudul “Moderation in Religion: An Islamic Perspective.” Makalah tersebut membahas prinsip Qur’ani tentang wasatiyyah (moderasi) dan relevansinya di tengah masyarakat Muslim kontemporer, dengan penekanan pada pemahaman agama yang seimbang, tanggung jawab etis, dan harmoni sosial.
Meskipun sebagian besar peserta konferensi berasal dari jenjang magister dan doktoral, Dalerbek menjadi salah satu dari sedikit peserta yang berasal dari jenjang sarjana. Presentasi yang ia sampaikan merupakan hasil penelitian yang telah ia selesaikan pada bulan ketiga masa studinya di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Keikutsertaannya dalam ICISER 2025 tidak hanya berhasil memperluas wawasan akademik, tetapi juga mempertemukannya dengan para cendekiawan Muslim internasional serta memberikan dorongan lebih lanjut untuk pengembangan riset dan intelektual ke depan. (Hamzah/PPI) ***
__________________
English Version:
UIN Surakarta Student Presents at International Conference on Islamic Education and Decolonisation
PERS RELEASE — Dalerbek Pirmatov, undergraduate student of Islamic Political Thought at UIN Raden Mas Said Surakarta, participated in the International Conference on Islamic Education and Decolonisation (ICISER 2025), held on 4 November 2025.
The event brought together scholars and presenters from multiple countries and academic institutions, including universities in Pakistan, Brunei, Qatar (Hamad Bin Khalifa University), and Afghanistan (Khurasan University). Dalerbek delivered a presentation titled “Moderation in Religion: An Islamic Perspective.”
The paper addressed the Qur’anic principle of wasatiyyah (moderation) and its relevance in contemporary Muslim societies, with focus on balanced religious understanding, ethical responsibility, and social harmony. Although the conference primarily featured master’s and doctoral-level researchers, Dalerbek was among the few undergraduate participants, presenting research completed during the third month of his studies at the university.
The presentation was successfully delivered, and participation in the conference provided valuable academic exposure, interaction with international Islamic scholars, and motivation for continued research and intellectual development. (Hamzah/PPI) ***
Dosen PPI, Alvin Noor, Diangkat Jadi Staf Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat
2 pekan yang lalu - Umum