
RILIS — Dalam rangka memperluas perspektif akademik mahasiswa, Program Studi Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang menggelar kuliah tamu (visiting lecture) dalam mata kuliah Ilmu Pengantar Politik, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Prodi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Syafawi A. Qadzafi, S.S., M.A., sebagai narasumber utama.
Dengan mengangkat tema “Politik Budaya Populer dan Kecerdasan Buatan”, kuliah tamu ini membahas secara kritis bagaimana ekspresi politik di era kontemporer turut dibentuk oleh media hiburan, ikon budaya massa, dan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Materi ini sekaligus memperkenalkan pendekatan interdisipliner dalam kajian politik Islam, yang menghubungkan wacana klasik dengan fenomena kekinian dalam ranah budaya dan teknologi.
Dalam pemaparannya, Syafawi menjelaskan bahwa budaya populer kini menjadi arena penting dalam pembentukan opini publik dan afiliasi politik.
“Kita tidak bisa lagi memahami politik hanya melalui institusi formal. Tokoh TikTok, meme politik, hingga kampanye digital menggunakan AI kini berpengaruh nyata dalam lanskap politik global maupun nasional,” ungkapnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk kritis terhadap penetrasi teknologi dalam kehidupan politik. Menurutnya, kecerdasan buatan tidak netral secara ideologis dan bisa menjadi alat dominasi jika tidak diiringi literasi etis. “Mahasiswa politik Islam harus mampu membaca teknologi secara politik, dan budaya populer secara kritis,” tambahnya.

Kuliah ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa semester awal yang mengambil mata kuliah Ilmu Pengantar Politik. Diskusi berlangsung dinamis, dengan beragam pertanyaan yang mengaitkan materi dengan konteks media sosial, tren selebriti politik, dan algoritma digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda akademik dalam kunjungan benchmarking dan penandatanganan kerja sama antara kedua program studi yang berlangsung pada hari yang sama.***
Dosen PPI, Alvin Noor, Diangkat Jadi Staf Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat
2 pekan yang lalu - Umum