Loading...

Dosen PPI, Alvin Noor, Diangkat Jadi Staf Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat

Diterbitkan pada
24 Desember 2025 14:20 WIB

Baca

RILIS - Alvin Noor Sahab Rizal, M.A., dosen Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta, ditetapkan sebagai anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Pengangkatan ini merupakan bagian dari hasil Musyawarah Nasional XI MUI yang digelar pada November 2025, yang menetapkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan serta komisi-komisi strategis di lingkungan MUI.

Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI memiliki peran penting dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan keulamaan dan penguatan sistem kaderisasi ulama, termasuk merespons kebutuhan pengembangan sumber daya manusia Muslim di tengah tantangan sosial keagamaan kontemporer. Di dalam komisi ini, Alvin bergabung bersama sejumlah akademisi, pendidik, dan tokoh organisasi keagamaan lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Alvin menempuh pendidikan sarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan melanjutkan studi magister di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menaruh perhatian pada isu-isu pemikiran politik Islam, gerakan keagamaan, dan relasi agama-negara. Dalam beberapa risetnya, ia mengeksplorasi dinamika internal organisasi Islam, politik identitas, dan sejarah pergerakan Islam modern. Sebagai akademisi, Alvin dikenal dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan kajian keislaman, ilmu politik, dan pemikiran sosial.

Selain aktif mengajar dan meneliti, ia pernah terlibat dalam kegiatan kelembagaan skala nasional, khususnya dalam bidang informasi dan publikasi keislaman. Rekam jejak ini menunjukkan kesinambungan antara kompetensi akademiknya dan peran kelembagaan yang kini ia emban di MUI. “Mohon doa dan arahannya atas amanah ini. Semoga bisa tambah memajukan Prodi PPI,” ujar Alvin saat dimintai tanggapan atas penetapan tersebut.

Koordinator Prodi PPI, Syafawi Ahmad Qadzafi, M.A., menyampaikan bahwa keterlibatan Alvin merupakan bagian dari kontribusi akademisi PPI dalam ruang kelembagaan keagamaan. “Selamat kepada Bapak Alvin. Ini merupakan rekognisi yang menjadi bukti kapasitas beliau sekaligus memberi benefit bagi PPI,” ujarnya.

Program Studi Pemikiran Politik Islam menempatkan amanah ini dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pengabdian keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kelembagaan umat. Keterlibatan dalam struktur MUI nasional seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga memperluas perspektif akademik yang berpijak pada pengalaman langsung di ruang kebijakan di ranah nasional. ***